May 5th, 2008 by ranggalawe
Lelah 26 oct 1997
Jalan ini tak juga habis
padahal sandal ini sudah bertambah tipis
lelah memikirkan sampai kapan akan berhenti
kalau jalan ini tak juga mau ikut berjalan
tenggorokan ini kering menunggu air melewati
punggung ingin ingin merebah lelah menahan beban
kakipin kram tapi tak mampu kuhentikan
dimanakah danau dengan pohon rindang ?
aku hanya ingin bersandar
kuumpat tanah becek yang menghambatku
kutebas ranting-ranting yang menghalangi
bahkan rumput tak bersalahpun aku tendangi
ingin aku berteriak keras
agar matahari mau bersembunyi
ingin aku memaki-maki
agar awan mau melindungi
tapi aku takut hewan-hewan akan terbangun
lalu balas mengumpatku
aku juga was-was jika awan marah
lalu turunkan hujan yang membasahi jalan yang kulalui
apalagi jika matahari ikut memusuhi
lalu mencoba membakar kulit tubuh hitamku
Untunglah cemara selalu bernyanyi bersama hembuasan angin yang melalui
burung-burung pun ikut bersahutan seperti menyoraki
dan juga para sahabat yang berjalan bersama
menghibur diri dari asa yang hampir mati
untuk terus menghabiskan sandalku ini
Perjalanan bersama teman seperjuangan - semeru bromo
Posted in Puisiku | No Comments »
May 4th, 2008 by ranggalawe
Sinar yang membutakan
semua ini seperti mimpi yang terang menyilaukan
seperti sinar yang menyergap kesadaran
membuat aku buta akan warna dunia
dirimu datang pada waktu yang tak pernah aku perkirakan
Aku merasa dalam dunia khayalan
Yang begitu indah memabukkan
aku begiru takut semua ini akan menghilang
seperti apa yang pernah aku rasakan
Saat bayanganmu menutupi wajahku
Tak sanggup kugerakkan persendian tubuh
Semua kaku bersama bergetarnya hati
Jantung ini berdetak tak beraturan
Alian listrik menjalari seluruh pembuluh darahku
dalam setiap sentuhan lembutmu
Ingin kupeluk dirimu sepanjang waktu
agar kau tahu begitu dalam rasaku
Disela setiap desahan nafas yang terhembus
ingin kuucapkan sejuta kata cinta
yang telah lama terpendam dalam dada
Kenapa kita bersama dalam dunia yang berbeda
kenapa kita menyatu dalam jalan yang berliku
tak mampu kuungkap rahasia nasib yang sudah tertulis
walaupun tak ada jalan bagi kita
i’ll always walk beside you
Wherever you are
Whatever it takes
No matter how far
Posted in Puisiku | No Comments »
May 2nd, 2008 by ranggalawe
Ibu lyrics
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas . . . . . . . . . . . .
Ibu . . . . . . . . . . . . . ibu . . . . . . . . . . . . .
Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu do'a-do'a baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas . . . . . . . . . . . . . . .
Ibu . . . . . . . . . . . . . ibu . . . . . . . . . . . . .
Posted in Lyric | No Comments »
May 2nd, 2008 by ranggalawe
Pelangi
Hati
Aku
tertegun dibawah rindangnya pepohonan liar
Mata ini seperti tak mau
berkedip
Tenggorokanpun tersekat seperti ada setan yang mencekikku
Aku
terpesona ditengah belantara yang menjemukan
Pelangi
itu tiba-tiba muncul dihadapanku
dengan warna-warna indah yang begitu
hidup
Menyelubungi awan-awan yang begitu membosankan
Aliran
darah ini seperti berhenti saat ku sentuh warna pelangi
Tangan gemetar tak
sanggup menahan beban
Jantung ini tak mau kompromi dengan terus berlari
bagaikan kuda perang yang terus berkejaran
Hanya alam yang terus diam dalam
rintiknya hujan
Dalam
mata yang terpejam mencoba merasakan
Setiap gerak tanganku yang menyentuh
warna itu
lembut, basah dan menyegarkan
Kunikmati setiap mikro detik saat
ini
Berharap waktu dapat berhenti agar kau tak pergi
Aku
begitu takut membuka mataku
Karena aku tak ingin melihat awan gelap
lagi
Aku takut pelangi itu pergi
bersama datangnya panas matahari
Walaupun
kupanjatkan permintaan diatas cakrawala,
Walaupun kutumpahkan isi
samudra
Pelangi itu tetap lah pergi untuk muncul kembali
Pelangi yang tak
mungkin kumiliki dalam abadi
Air
mata ini selalu berjatuhan seperti bunga sakura di musim gugur
Tangis ini
meledak seperti bom napalm yang membakar
Semua hanya bisa kusesali saat warna
pelangi itu pergi
Tapi aku tau pelangi akan selalu kembali
mengobati rasa
rindu ini
Posted in Puisiku | No Comments »
April 25th, 2008 by ranggalawe
I Walk Beside You
[Music: Dream Theater, Lyrics: John Petrucci]
There’s a story in your eyes
I can see the hurt behind your smile
For every sign I recognize
Another one escapes me
Let me know what plagues your mind
Let me be the one to know you best
Be the one to hold you up
When you feel like you’re sinking
Tell me once again
What’s beneath the pain you’re feeling
Don’t abandon me
Or think you can’t be saved
I walk beside you
Wherever you are
Whatever it takes
No matter how far
Through all the may come
And all that may go
I walk beside you
I walk beside you
Summon up your ghosts for me
Rest your tired thoughts upon my hands
Step inside this sacred place
When all your dreams seem broken
Resonate inside this temple
Let me be the one who understands
Be the one to carry you
When you can walk no further
Tell me once again
What’s below the surface bleeding
If you’ve lost your way,
I will take you there
I walk beside you
Wherever you are
Whatever it takes
No matter how far
Through all that may come
And all that may go
I walk beside you
I walk beside you
Oh, where everything is wrong
Oh, where hopelessness surrounds you
Oh, the sun will rise again
The tide you swim against
Will carry you back home
So don’t give up
Don’t give in
I walk beside you
Wherever you are
Whatever it takes
No matter how far
Through all that may come
And all that may go
I walk beside you
I walk beside you
Posted in Uncategorized | No Comments »
April 3rd, 2006 by ranggalawe
Di saat setiap orang menjauh melihatmu dalam kesedihan Di masa semua orang meninggalkan dirimu dalam kesendirian Terasa semakin berat bebanmu…
Terasa semakin sesak dadamu…
Menghadapi cobaan…
Di waktu setiap desah nafasmu terasa berat karena kepedihan Dikala setiap tetes airmata yang kau tahan karena mencoba bertahan Semua akan ada akhirnya…
Semua akan membuatmu berlapang…
Menghadapi cobaan…
(Shaffix – Terpuruk)
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
March 18th, 2006 by ranggalawe
Tak semestinya
Ku merasa sepi
Kau dan aku
Di tempat berbeda
Seribu satu alasan
Melemahkan , tubuh ini
Aku disini
Mengingat dirimu
Ku menangis tanpa air mata
Bagai bintang tak bersinar
Redup hati ini
Dan ku mengerti sekarang
Ternyata kita menyatu
Di dalam kasih yg suci
Kuakui kamulah cinta terakhir (cintaku)
song CINTA TERAKHIR, by GIGI
Posted in Uncategorized | No Comments »
March 3rd, 2006 by ranggalawe
Bersandar pada tari warna pelangi
kuingat depanku bertudung sutra senja
Di hitam matanya kembang mawar dan melati
Harum rambutnya mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku teremuk pilu
Menarik segala tari jiwa
Hidup dari hidupku, pintu tertutup
Selama mata itu tak terpaling
Selama kau darah mengalir dari luka
jiwa ini mati tiada kembali.
Posted in Uncategorized | No Comments »
October 17th, 2005 by ranggalawe
Gak tau mau kemana nih jalannya cita-cita. Dulu kecil pingin jadi tentara, dah gedean pingin jadi suaminya siti, trus gedean lagi mo jadi teroris. Wah memang gak karuan…
Apa ya sampe cita-cita yang di bintang dan matahari di kejar pake becak…ampun…ampun…becak uga udah digusur dari jakarta, beruntung ketemu becak di depok, jadi ingan masa smp pas sakit naik becak sambil nutup muka ke sekolah soalnya biasanya yang pake becak cewek….yang cowok jalan kaki aja cukup. Gak pernah punya sepeda motor sampe dah punya uang sendiri trus kasih hadiah ulang tahun sendiri "motor". Kesampean juga punya motor hehheheh bersusah-sudah dulu…trus mati. Hiks…
Posted in Uncategorized | 1 Comment »