Palsu

Palsu

Suara-suara itu sungguh merdu
Kicauan burung yang bersahutam
Gemuruh air menabrak bebatuan
tawa canda bocah tanpa dosa
Menambah sejuknya kehidupan

Putihnya melati menyejukkan mata
merahnya bunga mawar gairahkan jiwa
dibawah terpaan nur yang merona merah
begitu menggoda untuk dipetik, di cium dan disimpan

Tapi semua hilang tanpa bekas
hanya meninggalkan keheningan yang menjemukan
hanya tergantikan dengan sebuah televisi
yang dengan palsu memberi suasana alam
yang dengan ringan menyampaikan kebohongan
yang tanpa dosa mengobral cerita kehidupan manusia

aku tak mau itu semua
aku tak mau hidup dalam kepalsuan
aku tak mau semua hanya tipuan gambar
aku ingin alam dalam kenyataan
yang penuh keindahan dan penderitaan.

Leave a Reply