matiku tidaklah berarti

Tak mampu kulukis wajah hati
dimensikan laku jiwa yang terkapar menggelepar
ingin berlari pergi tanpa tapak sisa bumi
bersembunyi dari sayap hitam burung nazar

dan kutahu semua ini pasti terjadi
hilang warna pelangi penghias diri
teracuni segala melati dalam tubuh ini
tinggal kentut bau sisa perutku

Aku tak mampu berjalan karena tulang-tulang sudah diremukkan
Seperti orang gila karena banyak tertawa di selokan
sebelah otak ini terbebani dengan rantai kehidupan yang tak mampu aku cernakan
Diriku seperti tanpa arti, hanyalah onggokan daging yang akan membusuk
matikupun tak akan berarti

Leave a Reply