Archive for June, 2008

Reaksi Kimia

Monday, June 30th, 2008

Reaksi Kimia 1997
dedicated to my sexy theacher

Sabtu Pagi menguras energi
melebarkan mata mencoba berkonsentrasi
serangan kantuk tak terhindarkan

Elektromagnetis tak membantuku
untuk mengusir penyakit pagi yang selalu menghampiri
lemahkan semangat juangku untuk menuntut ilmu
berbagai hitungan membuat angan semakin melayang
hanya bayangan makanan kantin sekolah yang menggiurkan

software aplikasi tak membantu dalam kerjaku
hanya menghabiskan dana hidup bulanan
ingin kulempar berbagai disket yang menjemukan
melemaskan hari yang tak kunjung pergi

hanya reaksi kimia yang menyengatku
campuran huruf dan angka menghiasi mata
walaupun tetap tak masuk otak
tapi membuat mata ini selalu terbelalak

reaksi kimia terbentuk secara tiba-tiba
walaupun artinya tak mampu kuceran
tapi semua bisa kurasa
membangkitkan aliran electrik di setiap denyut nadiku
kembali bangkitkan semangat hidup

entah tak kumengerti kenapa begini
reaksi kimia merubah diriku
asam basa memenuhi setiap detak jantungku
seperti larutan alcohol yang memabukkanku
atau karena prodoksi testoteron yang semakin menjadi

Kimia punya energi tersendiri
seksi dan begitu menggugah hati
untuk lebih tau hal yang tersembunyi
tadi mulut yang rajin berbunyi di muka kelas ini

aku tak pedulu rumus kimia yang tertulis di papan hitam
aku hanya peduli pada tangan lembut yang gemulai menari bersama debu kapur putih
yang membuat penyakit pagi ini pergi

selalu kurindukan saat waktu pagi
untuk memicu reaksi kimia dalam tubuh ini

matiku tidaklah berarti

Monday, June 30th, 2008

Tak mampu kulukis wajah hati
dimensikan laku jiwa yang terkapar menggelepar
ingin berlari pergi tanpa tapak sisa bumi
bersembunyi dari sayap hitam burung nazar

dan kutahu semua ini pasti terjadi
hilang warna pelangi penghias diri
teracuni segala melati dalam tubuh ini
tinggal kentut bau sisa perutku

Aku tak mampu berjalan karena tulang-tulang sudah diremukkan
Seperti orang gila karena banyak tertawa di selokan
sebelah otak ini terbebani dengan rantai kehidupan yang tak mampu aku cernakan
Diriku seperti tanpa arti, hanyalah onggokan daging yang akan membusuk
matikupun tak akan berarti

Atau

Monday, June 30th, 2008

199x

Kenapa tak kau potong saja telinga ini
Agar tak kudengar omongan tentang dirimu
Sepantasnya aku tak punya mata beretina
agar tak cemburu atas tingkahmu
atau seharusnya aku hidup di kutub
dinginkan hati agar membeku

kubayangkan bila aku tenggelam di laut
berteriak-teriak pada ikan-ikan
memukuli air sekitar dan bunga karang
salurkan tenaga berlebihan

Atau kubayangkan berada dalam ruangan tanpa gerbang
dilapisi baja berbusa di semua ujungnya
bebas kubanting diriku ke setiap sisi
atau melukis tubuhku dengan silet cukurku

Atau kumimpikan aku di tengah peperangan
Untuk menembaki orang yang kubenci
atau pakai senjata untuk bunuh diri

Pantaskah aku berdiri disampingmu
dengan segala bau tanahku
dan segala keburukanku.

Aku tak punya rambut yang bagus
Wajahpun kacau balau tak bagus
tak ada pada diriku keindahan
bahkan otak dan hatiku kotor dan jorok
keluargapun biasa saja
tak ada sesuatu yang membanggakan

Sedangkan kutahu dirimu adalah impian dari banyak orang
terhiasi segala keindahan wajah dan hati
dan banyak yang tak kupungkiri

aku malu karena tak punya malu
tak pernah memandang diriku
dengan air cucian di kamar mandi rumahku

Dealova

Tuesday, June 10th, 2008

kalo ndengerin lagi ini kok hati jadi ikutan hanyut dan agak-agak sedih ya…

Dealova

Artist: Once

                
Aku ingin menjadi mimpi indah
Dalam tidurmu
Aku
ingin menjadi sesuatu
Yang mungkin bisa kau rindu

Karena langkah merapuh
Tanpa dirimu
Oh… Karena hati tlah letih

Aku ingin menjadi sesuatu
Yang slalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu
bahwa aku
Selalu memujamu

Tanpamu sepinya waktu
Merantai hati
Oh… Bayangmu seakan-akan

Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang
Memanggil rinduku padamu
Seperti
udara yang kuhela kau selalu ada

Oh…

Hanya dirimu
Yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu
Aku merasa
hilang… dan sepi
Dan sepi…

Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang
Memanggil rinduku padamu
Seperti
udara yang kuhela kau selalu ada

Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang
Memanggil rinduku padamu
Seperti
udara yang kuhela kau selalu ada

Selalu ada…
Kau selalu ada…
Selalu ada…
Kau selalu ada…

Sya… na na na…