August 18th, 2009 by ranggalawe
Apakah tawamu adalah halusinasiku?
Apakah senyummu fatamorgana bagiku?
Apakah ucapanmu adalah khayalanku?
Semua bagaikan tetes embun yang menyirami bunga pagi
Memunculkan warna pelangi dihati
Ingin kuhabiskan waktu untuk duduk memandangimu
Menghentikan waktu agar puas melihat senyummu
Meraih tangan dan tubuhmu dalam pelukanku
Mendekatkan muka untuk mendengar setiap hembusan nafasmu
Dirimu adalah bidadari di hatiku
bagaikan dewi0dewi cinta yang menerbangkanku
Sedangkan aku hanya manusia yang tak abadi
Manusia yg tak bisa memutar waktu untuk bisa memilikimu
Manusia yang tak bisa menyentuhmu
Aku hanya debu yg akan mengeluarkan air matamu
Aku hanya duri yg akan menusuk hatimu
Aku hanya manusia yang akan menghilangkan keabadianmu
Walaupun cinta sudah menusuk hatiku
Aku ingin kau terbang mengejar matahari
Tersenyum diantara bintang yang gemerlapan
Tidur dibawah bayangan bulan
Sehingga aku bisa selalu melihat indahnya dirimu
Walaupun waktu tak berpihak padaku dan menutup umurku
Tapi aku akan selalu bahagia
karena aku tau bidadari itu selalu tersenyum dan mencintaiku
Tags: Bidadari Hatiku
Posted in Puisiku | 1 Comment »
August 4th, 2008 by ranggalawe
siluet senja menerpa wajahku
pepohonan yang berlari di sisi jalan berlahan hilang dari pandangan
aku terdiam merenungi untaian garis hidup yang sudah tertempuh
tak sadar apa yang telah terjadi
atau hanya tak mau sadar tentang hal yang sudah terjadi
Hangatnya mentari berlahan meninggalkanku
Menyelinap di sela pepohonan bukit yang menjulang tinggi
Gelap pelan dan terus menghampiri
Hitam tanpa warna
Dingin tanpa angin
Beku menjadi biru
Sepi membunuh diri
Siapakah aku ?
Dimana diriku ?
Kemana jalanku ?
Kapan akhir hidupku ?
Jingga yang berwarna
Nada yang bersuara
Angin yang bergerak
Tunjukkan saja arah yang kau suka
agar aku bisa mengikuti warna, suara dan gerakanmu
I will survive
Posted in Puisiku | No Comments »
August 4th, 2008 by ranggalawe
Palsu
Suara-suara itu sungguh merdu
Kicauan burung yang bersahutam
Gemuruh air menabrak bebatuan
tawa canda bocah tanpa dosa
Menambah sejuknya kehidupan
Putihnya melati menyejukkan mata
merahnya bunga mawar gairahkan jiwa
dibawah terpaan nur yang merona merah
begitu menggoda untuk dipetik, di cium dan disimpan
Tapi semua hilang tanpa bekas
hanya meninggalkan keheningan yang menjemukan
hanya tergantikan dengan sebuah televisi
yang dengan palsu memberi suasana alam
yang dengan ringan menyampaikan kebohongan
yang tanpa dosa mengobral cerita kehidupan manusia
aku tak mau itu semua
aku tak mau hidup dalam kepalsuan
aku tak mau semua hanya tipuan gambar
aku ingin alam dalam kenyataan
yang penuh keindahan dan penderitaan.
Posted in Puisiku | No Comments »
June 30th, 2008 by ranggalawe
Reaksi Kimia 1997
dedicated to my sexy theacher
Sabtu Pagi menguras energi
melebarkan mata mencoba berkonsentrasi
serangan kantuk tak terhindarkan
Elektromagnetis tak membantuku
untuk mengusir penyakit pagi yang selalu menghampiri
lemahkan semangat juangku untuk menuntut ilmu
berbagai hitungan membuat angan semakin melayang
hanya bayangan makanan kantin sekolah yang menggiurkan
software aplikasi tak membantu dalam kerjaku
hanya menghabiskan dana hidup bulanan
ingin kulempar berbagai disket yang menjemukan
melemaskan hari yang tak kunjung pergi
hanya reaksi kimia yang menyengatku
campuran huruf dan angka menghiasi mata
walaupun tetap tak masuk otak
tapi membuat mata ini selalu terbelalak
reaksi kimia terbentuk secara tiba-tiba
walaupun artinya tak mampu kuceran
tapi semua bisa kurasa
membangkitkan aliran electrik di setiap denyut nadiku
kembali bangkitkan semangat hidup
entah tak kumengerti kenapa begini
reaksi kimia merubah diriku
asam basa memenuhi setiap detak jantungku
seperti larutan alcohol yang memabukkanku
atau karena prodoksi testoteron yang semakin menjadi
Kimia punya energi tersendiri
seksi dan begitu menggugah hati
untuk lebih tau hal yang tersembunyi
tadi mulut yang rajin berbunyi di muka kelas ini
aku tak pedulu rumus kimia yang tertulis di papan hitam
aku hanya peduli pada tangan lembut yang gemulai menari bersama debu kapur putih
yang membuat penyakit pagi ini pergi
selalu kurindukan saat waktu pagi
untuk memicu reaksi kimia dalam tubuh ini
Posted in Uncategorized | No Comments »
June 30th, 2008 by ranggalawe
Tak mampu kulukis wajah hati
dimensikan laku jiwa yang terkapar menggelepar
ingin berlari pergi tanpa tapak sisa bumi
bersembunyi dari sayap hitam burung nazar
dan kutahu semua ini pasti terjadi
hilang warna pelangi penghias diri
teracuni segala melati dalam tubuh ini
tinggal kentut bau sisa perutku
Aku tak mampu berjalan karena tulang-tulang sudah diremukkan
Seperti orang gila karena banyak tertawa di selokan
sebelah otak ini terbebani dengan rantai kehidupan yang tak mampu aku cernakan
Diriku seperti tanpa arti, hanyalah onggokan daging yang akan membusuk
matikupun tak akan berarti
Posted in Puisiku | No Comments »
June 30th, 2008 by ranggalawe
199x
Kenapa tak kau potong saja telinga ini
Agar tak kudengar omongan tentang dirimu
Sepantasnya aku tak punya mata beretina
agar tak cemburu atas tingkahmu
atau seharusnya aku hidup di kutub
dinginkan hati agar membeku
kubayangkan bila aku tenggelam di laut
berteriak-teriak pada ikan-ikan
memukuli air sekitar dan bunga karang
salurkan tenaga berlebihan
Atau kubayangkan berada dalam ruangan tanpa gerbang
dilapisi baja berbusa di semua ujungnya
bebas kubanting diriku ke setiap sisi
atau melukis tubuhku dengan silet cukurku
Atau kumimpikan aku di tengah peperangan
Untuk menembaki orang yang kubenci
atau pakai senjata untuk bunuh diri
Pantaskah aku berdiri disampingmu
dengan segala bau tanahku
dan segala keburukanku.
Aku tak punya rambut yang bagus
Wajahpun kacau balau tak bagus
tak ada pada diriku keindahan
bahkan otak dan hatiku kotor dan jorok
keluargapun biasa saja
tak ada sesuatu yang membanggakan
Sedangkan kutahu dirimu adalah impian dari banyak orang
terhiasi segala keindahan wajah dan hati
dan banyak yang tak kupungkiri
aku malu karena tak punya malu
tak pernah memandang diriku
dengan air cucian di kamar mandi rumahku
Posted in Puisiku | No Comments »
June 10th, 2008 by ranggalawe
kalo ndengerin lagi ini kok hati jadi ikutan hanyut dan agak-agak sedih ya…
Dealova
Artist: Once
Aku ingin menjadi mimpi indah
Dalam tidurmu
Aku
ingin menjadi sesuatu
Yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh
Tanpa dirimu
Oh… Karena hati tlah letih
Aku ingin menjadi sesuatu
Yang slalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu
bahwa aku
Selalu memujamu
Tanpamu sepinya waktu
Merantai hati
Oh… Bayangmu seakan-akan
Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang
Memanggil rinduku padamu
Seperti
udara yang kuhela kau selalu ada
Oh…
Hanya dirimu
Yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu
Aku merasa
hilang… dan sepi
Dan sepi…
Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang
Memanggil rinduku padamu
Seperti
udara yang kuhela kau selalu ada
Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang
Memanggil rinduku padamu
Seperti
udara yang kuhela kau selalu ada
Selalu ada…
Kau selalu ada…
Selalu ada…
Kau selalu ada…
Sya… na na na…
Posted in Lyric | No Comments »
May 15th, 2008 by ranggalawe
Dingin Alam - 26 Okt 1997
Aduh malam datang lagi
saat sinar matahari mulai bersembunyi
bersama kabut yang terus menyelimuti
takut hatiku mematikan rasa hati
Dinginnya malam menusuk tulangku
pelan mengelus setiap bulu rambutku
kuselimuti setiap ujung badan ini
menyalakan api untuk menghangatkan udara sepi
kuminum kopi sisa hari yang berganti
mencoba menahan kantuk yang datang tanpa permisi
Aku sudah tak tahan lagi
berperang melawan suhu alam ini
bahkan anginpun seperti hendak mengeroyokku
membunuh semangat untuk bertahan
aku lelah untuk melawan
kubuka selimut panjang yang menutup badan
kutelanjangi baju yang masih melindungiku
kuminup dinginnya tetesan embun
agar cemakin cepat aku membeku
dan siksapun pergi berpuas diri
kulitkupun membiru
daging ini telah dingin sedingin harapanku
berkelebat semua kenangan indah yang kulalui
membuat aku tersenyum dalam dinginnya hati
aku hanya bisa berdoa
agar jiwa ini tak pergi sebelum matahari kembali menyonari
berlahan dingin malam ini tak kurasakan
pelan mulai menghilang
aku tau mereka tidak pergi hanya duduk disini
bersama kulit yang telah mati
aku mulai tahu pada alam ini
mereka tidak garang ataupun jahat
mereka akan menyarang jika kita melawan
mereka akan diam jika kita mengikuti mereka
menyatukan diri bersama alam untuk hidup bersama
nyanyianku tak sekeras nyanyian alam
gembira hati tak terluapkan
belajar dinginnya malam
agar dapat hidup demi masa depan
Posted in Puisiku | No Comments »
May 15th, 2008 by ranggalawe
Cinta Sederhana - 30 Juli 1999
Bila ada cinta sederhana
saling setia tanpa terluka
saling percaya dengan keikhasan hati
saling mengisi tanpa menyakiti
tak lelah memperbaiki diri
walaupun jalan kian terjal
semoga kita selalu disana
dalam rengkuhan cinta sederhana
By Ovie
Posted in Puisiku | No Comments »
May 5th, 2008 by ranggalawe
Sebuah Fenomena Alam 26 okt 1997
Bangsaat
tidurku terganggu
kamu datang….padahal aku nggak minta
begitu saja…
By Anandita
Perjalanan bersama teman seperjuangan - Bromo Semeru
Posted in Puisiku | No Comments »